Kisah Nyata Desa Terpencil & Lumpur menjadi Destinasi Wisata Mangrove Yang Mendunia

Dulu, tempat ini hanyalah desa terpencil yang dipenuhi lumpur, sunyi, dan jauh dari sorotan. Akses terbatas, fasilitas belum ada, dan hampir tak ada yang percaya bahwa kawasan mangrove yang sepi ini bisa menjadi destinasi wisata.

Namun pada tahun 2018, seorang founder Traveller Bintan datang dengan mimpi sederhana: membawa desa pesisir ikut maju. Bersama masyarakat lokal, ia memulai langkah kecil—menapaki lumpur, membuka jalur setapak, memetakan potensi, dan meyakinkan warga bahwa mangrove memiliki masa depan.

Tak sendiri, mengajak seorang partner Agus Saifullah pemilik lahan, dan lahirlah Pokdarwis MBL yang mulai diketuai Bpk Syamsir Ode dan tim mengelola kawasan ini. Dari pembangunan jembatan kayu, pondok”/gazebo,kegiatan ecoprint,hingga paket edukasi penanaman Mangrove di tengah laut—semuanya dikerjakan dari nol, gotong-royong, dan penuh perjuangan sampai akhirnya banyak program kegiatan yang masuk. 

Sedikit demi sedikit, tempat ini mulai dikenal. Dari kunjungan sekolah, tamu lokal, hingga wisatawan mancanegara yang penasaran dengan keindahan mangrove Bintan. Desa yang dulu sepi kini hidup: ibu-ibu mulai berkarya, pemuda jadi pemandu, dan masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi.

Hari ini, kita melihat hasilnya:
Lumpur yang dulu dianggap tidak berharga, kini menjadi pintu masuk pengalaman wisata yang mendunia. Desa terpencil kini menjadi ikon pemberdayaan pesisir.
Mangrove tidak hanya lestari, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Inilah cerita nyata… bagaimana mimpi yang tumbuh dari desa kecil bisa membawa perubahan besar. Perjalanan panjang Traveller Bintan & Pokdarwis MBL—dari lumpur menjadi destinasi yang dibanggakan banyak orang.

Perjalanan ini belum selesai. asih banyak ruang tumbuh untuk masyakat pesisir. Setiap tamu yang datang bukan hanya berwisata, mereka juga ikut membantu menjaga Mangrove dan menggerakkan ekonomi desa. 

Semoga kisah ini menjadi Inspirasi bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, dari tempat sederhana, dan hati yang ingin membangun. 

Terimakasih sudah mengikuti perjalanan kami, sampai cerita berikutnya, dimanja alam, masyarakat dan mimpi bertemu dalam satu perjalanan. 

By MH

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *